
FUH Gelar Rapat Tinjauan Manajemen 2026, Prodi Ilmu Hadis Catat Capaian EDOM Tertinggi
Banjarmasin – Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH) UIN Antasari Banjarmasin menggelar Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tingkat Fakultas pada Senin (19/10/2026). Rapat berlangsung pukul 08.00 sampai 11.00 WITA di Ruang Munaqasyah FUH Kampus 1.
Kegiatan ini menindaklanjuti surat Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Antasari tentang kegiatan RTM tingkat unit kerja/fakultas dan pascasarjana. Hadir dalam rapat Dekan, para Wakil Dekan, ketua dan sekretaris program studi, perwakilan UPM dan GPM, Kepala Bagian Tata Usaha, serta para operator SPIRIT, SIMPI, ISO, SIAKAD, dan PDDIKTI.
Dalam rapat ini FUH memaparkan hasil kinerja tahun 2026, mulai dari survei kepuasan layanan, evaluasi dosen oleh mahasiswa (EDOM), survei persepsi anti korupsi, monitoring kelulusan tepat waktu, monitoring kurikulum Outcome-Based Education (OBE), tracer study, hingga hasil Audit Mutu Internal (AMI) dan audit tindak lanjut (ATL) tiap program studi.
Pelaksanaan RTM juga sejalan dengan komitmen FUH sebagai satuan kerja berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen itu mencakup menjaga integritas dan meningkatkan kualitas kinerja serta pelayanan.
Capaian Prodi Ilmu Hadis
EDOM: 3,93, tertinggi di FUH bersama Studi Agama-Agama. Hasil EDOM menunjukkan Prodi Ilmu Hadis (ILHA) meraih rata-rata 3,93. Angka ini di atas rata-rata fakultas yang sebesar 3,86 dan setara dengan Prodi Studi Agama-Agama. Nilai tertinggi ILHA ada pada indikator penyampaian kontrak studi dan RPS di awal perkuliahan (3,96). Indikator kesesuaian materi dengan RPS, kesesuaian soal ujian dan tugas dengan materi, serta pemberian tanggapan atas pertanyaan mahasiswa juga mendapat nilai tinggi, yakni 3,94–3,95.
Secara umum mahasiswa FUH menilai dosen ramah, sabar, dan mampu menjelaskan materi secara runtut. Mahasiswa juga berharap pemanfaatan media digital diperluas dan pembelajaran dibuat lebih interaktif dengan contoh kasus aktual.
Monev Kurikulum OBE: kategori “Berkembang”. Prodi Ilmu Hadis memperoleh Indeks Implementasi Kurikulum OBE (IIK-OBE) sebesar 56,92 dan masuk kategori Berkembang. Capaian dimensi Plan (perencanaan) sebesar 30,19, tertinggi di antara prodi FUH, dan dimensi Do (pelaksanaan) sebesar 25,88. Dimensi Check (pengukuran capaian) dan Act (tindak lanjut perbaikan) masih perlu diperkuat. Hasil ini menjadi bahan penting untuk menyempurnakan siklus penjaminan mutu kurikulum prodi.
Hasil AMI dan ATL. Tim auditor memberikan dua catatan untuk Prodi Ilmu Hadis:
- Pemetaan sejumlah mata kuliah terhadap profil lulusan perlu ditinjau kembali. Contohnya mata kuliah “Metode dan Evaluasi Pembelajaran Hadis” yang lebih relevan dengan profil Praktisi Pendidikan.
- Rumusan misi dan tujuan prodi perlu dipertajam agar lebih mencerminkan penguatan integritas, moderasi, adaptivitas profesi, serta kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Capaian Fakultas
Pada tingkat fakultas, indeks SPKP layanan FUH tercatat 3,96 (nilai 98,96) pada Triwulan II 2026 dengan kategori Sangat Baik. Indeks SPAK mencapai 3,97 (nilai 99,17) dengan kategori Bersih dari Korupsi. Tracer Study FUH 2025 mencatat partisipasi alumni 52,79% (180 dari 341 alumni) dengan penyerapan kerja yang baik di seluruh prodi.
RTM juga menghasilkan sejumlah catatan perbaikan. Metode ceramah masih dominan dan pemanfaatan teknologi pembelajaran masih terbatas. Satu dosen FUH belum memenuhi standar EDOM. Satu prodi belum memenuhi target kelulusan tepat waktu. Hasil monev kurikulum OBE juga masih perlu menjadi perhatian. Seluruh temuan dijadikan bahan komitmen bersama untuk perbaikan berkelanjutan (Continuous Quality Improvement) dan pemenuhan standar mutu program studi.





