
Prodi Ilmu Hadis UIN Antasari Gelar Workshop Kurikulum Berbasis OBE Terintegrasi SKKNI
Banjarmasin — Program Studi Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUH), Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin menyelenggarakan Workshop Kurikulum Program Studi Ilmu Hadis Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang Terintegrasi dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara bauran melalui Ruang UTIPD dan Zoom Meeting, dengan agenda utama berupa peninjauan dan pengembangan kurikulum untuk memperkuat mutu pembelajaran serta relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.
Workshop ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Ilmu Hadis untuk mengembangkan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, memiliki kekhasan keilmuan hadis, serta mampu menjawab perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia profesional. Pelaksanaan kegiatan juga menjadi ruang evaluasi dan pertukaran gagasan antara unsur internal perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, serta pemangku kepentingan dan mitra eksternal.
Kegiatan diikuti oleh unsur pimpinan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, pimpinan program studi, dosen tetap dan dosen luar biasa, unsur penjaminan mutu, mahasiswa aktif, serta perwakilan pemangku kepentingan dan mitra. Mitra yang diundang antara lain Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Kementerian Agama Kota Banjarmasin, Majelis Ulama Indonesia tingkat provinsi dan kota, LPTQ Provinsi Kalimantan Selatan, serta sejumlah lembaga pendidikan dan pondok pesantren di wilayah Kalimantan Selatan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Nurul Qaimah, S.H.I., M.Pd., dilanjutkan sambutan Ketua Program Studi Ilmu Hadis, H. Muhammad Arabiy, MA, dan sambutan Dekan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Prof. Dr. H. Akhmad Sagir, M.Ag. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, pengantar moderator, pemaparan materi, diskusi, serta penyampaian kesimpulan.
Agenda inti workshop berfokus pada review dan pengembangan kurikulum Program Studi Ilmu Hadis. Sesi ini memberikan ruang untuk mengevaluasi struktur kurikulum, memperjelas keterkaitan antara profil lulusan dan mata kuliah, serta memperkuat hubungan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), proses pembelajaran, dan metode asesmen.
Memperkuat Kekhasan Keilmuan Hadis dan Relevansi Lulusan
Berdasarkan catatan hasil workshop, salah satu perhatian utama dalam pengembangan kurikulum adalah memastikan kekhasan Program Studi Ilmu Hadis UIN Antasari Banjarmasin tercermin secara kuat dan konsisten dalam struktur maupun substansi kurikulum. Kurikulum diharapkan tidak hanya memberikan penguasaan terhadap dasar-dasar keilmuan hadis, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan kajian hadis secara kritis, kontekstual, dan relevan dengan persoalan masyarakat.
Pelibatan pemangku kepentingan, khususnya calon pengguna lulusan, juga menjadi poin penting dalam pembahasan. Masukan dari lembaga keagamaan, institusi pendidikan, dan mitra lainnya diperlukan untuk memetakan kebutuhan dunia kerja serta memperkirakan prospek karier lulusan Ilmu Hadis dalam lima tahun mendatang.
Dalam pembahasan profil lulusan, workshop mencatat enam alternatif profil yang dapat dikembangkan sesuai dengan arah dan kebutuhan program studi, yaitu peneliti, pendidik, analis, konsultan, penyuluh, dan konten kreator Ilmu Hadis. Penetapan profil tersebut perlu diikuti dengan pemetaan mata kuliah yang relevan agar setiap profil didukung oleh pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang memadai.
Selain itu, asesmen pembelajaran menjadi perhatian penting. Narasi kurikulum perlu menjelaskan secara lebih komprehensif hubungan antara CPL, CPMK, dan metode evaluasi pembelajaran. Setiap mata kuliah juga diharapkan menghasilkan luaran pembelajaran yang konkret dan sesuai dengan pendekatan OBE, seperti ulasan artikel ilmiah (article review), tulisan opini, dan penulisan syarah hadis.
Penguatan Mata Kuliah dan Kesiapan Karier
Workshop turut membahas kebutuhan pengakomodasian mata kuliah berdasarkan kesepakatan Asosiasi Ilmu Hadis tahun 2026. Mata kuliah yang menjadi perhatian meliputi Tahfiz Al-Qur’an Juz 30, Tahfiz Hadis, Musthalahul Hadis, Sirah Nabawiyah, Metodologi Penelitian Hadis, Kajian Kitab Hadis, Fiqh al-Hadis, Kajian Hadis di Indonesia, Hadis dan Media, serta Model Pembelajaran Hadis.
Pembahasan tersebut diarahkan untuk memastikan kurikulum tetap memiliki fondasi keilmuan hadis yang kuat sekaligus responsif terhadap perkembangan kajian, kebutuhan pendidikan, dan pemanfaatan media digital. Pengembangan kurikulum juga perlu mempertimbangkan penguatan strategi promosi program studi dan pengenalan prospek karier agar semakin banyak calon mahasiswa memahami peluang pengembangan diri melalui studi Ilmu Hadis.
Dalam aspek penyelesaian studi, peserta juga mencatat perlunya mengkaji berbagai alternatif bentuk tugas akhir, tidak terbatas pada skripsi. Alternatif yang dibahas meliputi prototipe, proyek, artikel ilmiah yang memenuhi ketentuan publikasi, artikel prosiding internasional terindeks Scopus, serta buku referensi sesuai bidang keilmuan yang memenuhi ketentuan penerbitan. Berbagai alternatif tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan kebijakan institusi, standar mutu akademik, dan kesesuaiannya dengan capaian pembelajaran lulusan.
Gagasan lain yang mengemuka adalah usulan mata kuliah Career Preparation atau Persiapan Karier. Mata kuliah ini diharapkan dapat membantu mahasiswa mempersiapkan diri memasuki dunia kerja melalui pengembangan kompetensi profesional, penyusunan portofolio, keterampilan komunikasi, serta pemahaman terhadap peluang karier yang sesuai dengan bidang Ilmu Hadis.
Menuju Kurikulum yang Adaptif dan Berdampak
Melalui workshop ini, Program Studi Ilmu Hadis UIN Antasari Banjarmasin memperoleh sejumlah masukan strategis untuk menjadi bahan pengembangan kurikulum selanjutnya. Integrasi OBE dan SKKNI diharapkan dapat memperjelas orientasi capaian pembelajaran sekaligus memperkuat relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan profesi dan masyarakat.
Pengembangan kurikulum ke depan perlu dilaksanakan secara terarah, dengan tetap menjaga kekhasan keilmuan hadis, memperkuat integrasi pengetahuan dan keterampilan, serta menanamkan nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, kurikulum tidak hanya berorientasi pada keberhasilan akademik mahasiswa, tetapi juga pada kesiapan mereka berkontribusi secara profesional dan memberikan dampak positif bagi kemanusiaan.
Workshop ini menjadi langkah penting bagi Program Studi Ilmu Hadis dalam membangun kurikulum yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus memperkuat komitmen UIN Antasari Banjarmasin dalam menghasilkan lulusan yang kompeten, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.





